Pelatihan Pembuatan Anyaman Ketupat sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal bagi Remaja

Authors

  • Sri Erdawati Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan
  • Martina Napratilora Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan
  • Nasswa Nur Afifah Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan

DOI:

https://doi.org/10.55606/dikmas.v7i2.588

Keywords:

Adolescents, Community Service, Cultural Preservation, Ketupat Weaving, Traditional Skills

Abstract

Raining activities on making ketupat weaving for adolescents are important to implement as an effort to preserve Indonesia’s local cultural heritage. Ketupat weaving is a traditional skill that contains cultural, social, and philosophical values, which are at risk of fading among younger generations. This community service program was specifically designed for adolescents with the aim of providing hands-on experience and practical skills in traditional ketupat weaving. The training was conducted through several stages, including preparation, direct practice, guidance, and evaluation. Participants were actively involved in the entire process, starting from selecting materials, learning basic weaving techniques, to completing the final woven ketupat forms. The results of the activity indicate positive outcomes, including the improvement of participants’ traditional crafting skills, increased awareness of cultural values embedded in ketupat weaving, and strengthened social interaction among adolescents. In addition, the training contributed to fostering a sense of cultural pride and responsibility in preserving local traditions. Overall, this community service activity demonstrates that practical and participatory cultural training can serve as an effective medium for cultural transmission, character development, and social engagement among adolescents, while supporting the sustainability of local cultural heritage in the modern era.

References

Asadi, S., & Ruhadini, R. (2025). Pelatihan kriya anyaman tradisional untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan pendapatan. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(5), 870–875. https://doi.org/10.55681/swarna.v4i5.1737

Dewi, N. L. S. A. R., Sudiarta, I. W., & Astawa, I. N. (2024). Proses pemahaman pembuatan ketupat pada pelaksanaan upacara agama Hindu. Jurnal Gema Ngabdi, 6(3), 264–270. https://doi.org/10.29303/jgn.v6i3.508

Hadi, S. (2018). Pelestarian budaya lokal melalui pendidikan nonformal. Jurnal Pendidikan Nonformal, 13(2), 89–97.

Heriyati, H., & Handayani, S. (2022). Ketupat makanan tradisional Betawi sebagai media pembelajaran berbasis etnomatematika. Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika), 5(2), 105–111. https://doi.org/10.37150/jp.v5i2.1415

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lestari, S. (2021). Pendidikan berbasis kearifan lokal dalam membangun karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 45–56.

Prasetyo, Z. K. (2017). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pengembangan karakter. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1), 1–8.

Rasmini, N. W. (2022). Pengembangan kecerdasan jamak melalui praktik pembuatan ketupat janur pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5679–5690. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2952

Rosila, I., & Mahmudah, U. (2025). Integrasi konsep geometri dan etnomatematika melalui ketupat sebagai media pembelajaran. Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4(2), 14–25. https://doi.org/10.55606/jurrimipa.v4i2.5874

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan Indonesia: Kajian arkeologi, seni, dan sejarah. RajaGrafindo Persada.

Suryana, D. (2016). Pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(2), 123–131.

Susanti, E. (2012). Meningkatkan keterampilan menganyam sarang ketupat pada anak tunagrahita ringan. E-JUPEKhu, 1(3), 1–10.

Tilaar, H. A. R. (2012). Kebudayaan dan pendidikan. Rineka Cipta.

UNESCO. (2018). Safeguarding intangible cultural heritage. UNESCO Publishing.

Widodo, S. T. (2020). Budaya lokal dan tantangan globalisasi. Jurnal Humaniora, 32(1), 12–23.

Yusni, B., & Ardisal, A. (2019). Meningkatkan keterampilan menganyam ketupat bagi anak tunagrahita ringan melalui metode latihan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 1(4), 1052–1057.

Zainun, N., Hamid, R. A., & Rahman, M. K. A. (Eds.). (2013). Kearifan tempatan: Pengalaman Nusantara (Vol. 1). Penerbit USM.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Sri Erdawati, Martina Napratilora, & Nasswa Nur Afifah. (2025). Pelatihan Pembuatan Anyaman Ketupat sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal bagi Remaja. Jurnal DIKMAS, 7(2), 09–17. https://doi.org/10.55606/dikmas.v7i2.588

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.